Miris sebagai muslim, melihat tingkah manusia yang menghalalkan segala cara untuk mencari keuntungan. Di bawah ini adalah salah satu contoh pengolahan makanan dengan memperlakukan binatang tanpa adab. Bayangkan jika bahan makanan dari cara pengolahan seperti ini merambah pasar dan masyarakat muslim umumnya. Adakah hal seperti ini juga ada di Indonesia..???
RENUNGAN:
Firman Allah SWT:
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al Maidah 5:88 )
Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang pengembara berambut kusut dan dengan wajah bersimbah debu yang makanannya haram, pakaiannya haram, rumahnya haram, dan yang dibawanya juga haram. Ia berdoa, “Yaa Allah, Yaa Allah,” agar diperkenankan doanya. Namun, bagaimana doa itu akan dikabulkan Allah, sementara yang dikonsumsinya adalah makanan haram? (Shahih Muslim no.1686)
Rasulullah berkata, “Wahai Sa’ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya.” (HR. Ath-Thabrani)
Jadi, berhati-hatilah! Marilah kita mencari rizki yang halal dan dengan cara halal pula. Selain itu, marilah sebagian rizki yang halal tadi kita belanjakan untuk mendapatkan makanan yang halal dan baik.*
Baca juga selengkapnya ebook taushiah: WASPADA EFEK NEGATIF MAKANAN HARAM
Terkait atau lainya:









